December 21, 2020

Seputar Gerhana Bulan Mulai dari Pengertian hingga Tanda-tandanya

Gerhana bulan adalah sebuah fenomena di mana sebagian atau seluruh penampang bulan tertutupi oleh bayangan planet bumi. Sehingga membuat sinar matahari tidak bisa menggapai bulan atau bisa disebut gerhana, ketika bulan, bumi dan matahari berada pada posisi yang sejajar.

Kejadian ini disebut dengan fenomena gerhana. Ketika terjadi gerhana, bulan yang tampak akan seperti terkikis, karena cahayanya yang tidak penuh sampai ke bulan. Gerhana yang terjadi pada bulan ternyata memiliki berbagai jenis. Berikut penjelasannya.

Gerhana Bulan­ Penumbra

Jenis gerhana satu ini terjadi ketika bagian bulan yang tertutup oleh bumi hanya bagian penumbranya saja. Sehingga dalam fenomena ini bulan masih bisa terlihat sepenuhnya dari bumi. Penumbra yang dimaksud yaitu seperti bayangan bumi bagian luar yang dipantulkan karena adanya sinar matahari.

Meski begitu, fenomena ini tetap disebut sebagai gerhana bulan. Pada gerhana ini juga penumbra yang tertutupi adalah seluruhnya. Penampakan yang terlihat dari bumi, yaitu seperti bulan biasanya, namun dengan cahaya yang agak suram atau redup.

Gerhana penumbra ini bisa terjadi juga ketika gerhana matahari. Pada bulan, gerhana penumbra ini tidak memiliki pengaruh yang cukup besar.

Gerhana Bulan Sebagian

Selain gerhana penumbra, ada juga gerhana sebagian. Seperti namanya, gerhana ini terjadi ketika bumi menutupi sebagian dari bulan. Sedangkan bagian bulan yang lainnya masih berada di area penumbra. Pada fenomena ini, permukaan bulan masih mendapatkan cahaya matahari sebagian.

Jika dilihat dari bumi, maka akan terlihat hanya sebagian bulan yang ada cahayanya. Meski hanya 1/3 bagian bulan yang tertutupi bumi, maka gerhananya disebut gerhana sebagian. Karena tidak seluruh permukaan bulan tertutupi cahaya matahari.

Gerhana Bulan Total

Jenis gerhana terakhir yaitu gerhana total. Fenomena ini terjadi ketika seluruh bagian bulan tertutupi oleh bumi dari cahaya matahari. Sehingga tidak ada bagian bulan yang akan terlihat bercahaya dari bumi. Ada dua jenis gerhana total yaitu gerhana total saja dan gerhana total plus (+).

Gerhana total plus terjadi ketika bulan melewati daerah titik pusat atau umbra. Sehingga warna bulan akan berubah menjadi merah yang merata. Fenomena ini jarang terjadi dan sekaligus merupakan fenomena yang menakjubkan. Bahkan pada daerah bumi tertentu bulan akan tampak lebih merah dari daerah lainnya.

READ  Raksasa Gas Planet Saturnus

Gerhana total plus ini disebut juga dengan blood moon. Selain itu, gerhana total akan dapat terhitung setiap tahunnya dengan menggunakan perhitungan astronomi. Gerhana total ini menjadi sebuah fenomena yang memikat bagi setiap orang di bumi.

Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Ketika fenomena gerhana bulan terjadi, prosesnya lebih lama jika dibandingkan dengan gerhana matahari. Walaupun hanya memiliki selisih beberapa menit. Dalam prosesnya ada beberapa tahapan, yaitu sebagai berikut.

  • Gerhana awal atau permulaan dimulai ketika bulan masih terang dan bersinar, kemudian tiba-tiba akan tertutupi sedikit demi sedikit oleh bayangan hitam. Atau ketika bulan sudah masuk pada area penumbra, di mana bayangan yang dimaksud adalah bayangan bumi.
  • Setelah itu, beberapa saat kemudian bulan akan tertutupi lebih banyak oleh bayangan bumi. Hingga akhirnya akan tertutupi seutuhnya pada gerhana total. Dan akan tertutupi hingga bentuknya sabit pada gerhana sebagian.
  • Kemudian, pada saat itulah disebut dengan puncak gerhana. Apalagi ketika fenomena yang terjadi adalah gerhana total. Maka bulan akan tampak seperti hilang jika dilihat dari bumi. Puncak gerhana ini biasanya berlangsung dalam beberapa menit dan cukup lama.
  • Ketika semua proses sudah terjalani, maka gerhana akan memasuki fase akhir di mana bulan akan muncul pada arah sebaliknya ketika ia tertutupi. Sinar bulan akan kembali tampak secara perlahan. Mulai dari bentuk bulan sabit hingga terlihat sebagai bulan seutuhnya dan kembali seperti normal.

Proses terjadinya gerhana bulan memerlukan waktu yang tidak sebentar. Bahkan akan memakan waktu hingga berjam-jam lamanya. Akan tetapi, biasanya puncak gerhana hanya akan bertahan dalam beberapa menit saja. Hal-hal seperti ini yang membuat banyak masyarakat tertarik.

Peristiwa Gerhana Bulan

Peristiwa gerhana ini akan muncul ketika bulan dan bumi diperkirakan akan mengalami posisi yang sejajar dengan matahari. Namun, dalam beberapa hal karena adanya kemiringan orbit bulan yang berbeda dengan bumi, maka tidak semua posisi ini akan mengakibatkan terjadinya gerhana.

Adanya perpotongan pada bidang orbit bulan dengan bidang pada ekliptika dapat menghasilkan dua titik yang memotong atau disebut dengan node. Gerhana ini terjadi ketika bulan memotong bidang ekliptika dan menghasilkan node, sehingga bulan akan beroposisi pada titik node tersebut.

Pada perhitungannya, bulan memerlukan waktu kurang lebih 29 hari untuk bergerak dari titik oposisi satu ke titik oposisi yang lain. Maka dari itu, sebenarnya jika terjadi gerhanamaka selanjutnya akan diikuti juga dengan gerhana matahari. Karena, node ada di garis yang menghubungkan bumi dan matahari.

Peristiwa gerhana ini, biasanya bulan akan dapat terlihat dari bumi meski terjadinya gerhana total. Karena pada dasarnya, cahaya matahari akan dibelokan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Sehingga, sinar matahari yang dibelokkan mengandung spectrum berwarna merah dan membuat bulan menjadi gelap.

READ  Raksasa Gas Planet Saturnus

Skema Gerhana Bulan

Dalam gerhana, skema yang terbentuk antara posisi bulan, matahari dan bumi tidak akan selalu sama. Pada beberapa fenomena, bulan akan menempati posisi penumbra atau umbra baik sebagian atau sepenuhnya. Sehingga banyak sekali skemanya.

Ketika gerhana terjadi, warna bulan akan menjadi gelap dan suram jika diamati dengan mata secara langsung. Jika gerhana yang terjadi adalah bulan maka akan aman-aman saja bagi mata karena tidak memantulkan radiasi, berbeda dengan gerhana matahari yang akan merusak mata jika dilihat langsung.

Saat gerhana, bulan akan menempati posisinya dan tertutup oleh bayangan bumi. Baik bayangan penumbra atau umbra yang terbentuk karena bumi tersinari oleh matahari. Adapula keadaan bulan lainnya yaitu super moon dan juga blood moon. Fenomena ini sangat unik karena tidak terjadi setiap saat.

Gerhana terjadi ketika bulan tidak terlihat dari bumi karena tertutup bayangan bumi, sedangkan supermoon terjadi ketika posisi bulan berada sangat dekat dengan bumi. Sehingga akan terlihat lebih besar dari biasanya. Akan terlihat di daerah-daerah tertentu saja.

Sedangkan peristiwa blood moon terjadi ketika bulan berwarna sangat merah. Bisa terjadi ketika gerhana ataupun terjadi saat tidak ada gerhana. Fenomena ini sangat menakjubkan dan juga mengerikan karena kondisi bulan akan menampakkan sinar berwarna merah.

Akibat Gerhana Bulan

Mengingat bahwa gerhana merupakan fenomena yang terjadi secara alami, maka tentunya akan ada dampak atau akibatnya terhadap lingkungan hidup di bumi. Karena merupakan sebuah kejadian yang tidak biasanya terjadi. Berikut penjelasannya.

1. Pasangnya Air Laut

Meskipun merupakan fenomena alam, gerhana ini sangat jarang terjadi sehingga sangat perlu untuk diperhatikan dan diawasi agar tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan. Karena ketika terjadi gerhana, air laut akan pasang dan dapat membuat kegiatan para nelayan terganggu.

Selain itu, transportasi yang melibatkan lautan pun akan terganggu. Hal tersebut terjadi karena pada saat gerhana, posisi bumi berada pada garis yang sejajar dengan matahari ataupun dengan bulan. Sehingga akan menimbulkan terjadinya pasang yang maksimal hingga mencapai 1,5 meter.

2. Terganggunya Kehidupan Makhluk Hidup

Gerhana merupakan kejadian yang luar biasa bagi manusia, begitu juga dengan para hewan dan tumbuhan di bumi. Gerhana ini akan memberikan dampak kurang baik pada metabolisme tumbuhan seperti pohon. Selain itu, akan mengakibatkan perilaku yang tidak normal juga pada hewan karena rasa takut atau cemas.

Gerhana yang terjadi pada malam hari, akan membuat hewan nokturnal terganggu aktivitasnya, seperti pada saat mencari makanan. Contohnya, nyamuk yang akan keluar pada saat gerhana, sedangkan kuda nil akan mencari tempat persembunyian di bawah air karena gelisah. Begitu juga dengan tupai pohon.

READ  Raksasa Gas Planet Saturnus

3. Mengakibatkan Cuaca yang Cukup Ekstrem

Tidak hanya makhluk hidup saja yang dapat terpengaruhi, alam pun akan ikut terpengaruh, seperti cuaca yang berubah menjadi eksrem. Dalam sebuah kesempatan BMKG menyebutkan bahwa ketika gerhana terjadi semua orang harus waspada, karena suhu dan kualitas udara di bumi akan terpengaruh.

Selain itu, tekanan udara di bumi akan melonjak tinggi apalagi di belahan bumi bagian utara. Ketika gerhana terjadi, udara di benua Asia akan bergerak dengan cepat ke bagian benua Australia. Sehingga membuat udara di Indonesia menjadi dingin. Kemudian, akan disusul dengan angin yang cukup kencang dan hujan.

4. Menjadi Pemicu Terjadinya Gerakan Lempengan Bumi

Dampak terparah yang dapat timbul karena gerhana, yaitu terjadinya gempa bumi. Sehingga tidak jarang menimbulkan kecemasan diantara masyarakat.  Ketika terjadi pasang, maka fokus akan teralih pada pelat yang tidak memiliki gaya tekanan air.

Ketika hal tersebut terjadi, maka lempeng lain akan menembus lempeng yang ada di bawahnya dan menyusup ke dalam air, yang akan membuat gerakan pada dasar bumi. Sehingga terjadi gempa bumi dan biasanya terjadi pada gerhana super bulan.

5. Malam Hari Lebih Gelap

Dampak selanjutnya yaitu, gerhana dapat membuat malam hari menjadi semakin gelap dari biasanya. Karena tidak adanya atau minimnya cahaya bulan yang menerangi bumi. Pada beberapa sumber juga dikatakan bahwa hal tersebut memiliki hubungan dengan adanya gangguan pada hormon manusia.

Tanda-Tanda Gerhana Bulan

Sebelum gerhana terjadi, biasanya akan ada tanda-tandanya yang mudah dikenali. Seperti, gerhana ini sering terjadi pada saat bulan purnama atau bulan penuh. Kemudian, posisi bulan, bumi dan matahari diperkirakan akan sejajar pada waktu tertentu.

Tanda lainnya yaitu bulan yang seharusnya menerima cahaya dari matahari pada saat malam hari, namun ketika gerhana, bulan tidak akan tersinari oleh matahari. Sehingga membuat bulan nampak setengah bagian saja yang tersinari.

Gerhana ini terjadi pada malam hari, maka dari itu disebut dengan gerhana bulan. Selain itu, bulan akan memasuki bayangan bumi dengan perlahan, dan saat itulah terjadi gerhana. Pada dasarnya gerhana ini memang berlangsung lama, yaitu sekitar 6 jam lamanya.Gerhana bulan merupakan fenomena alam yang luar biasa dan terjadi karena adanya kehendak dari yang Maha Kuasa. Selain itu, meski memiliki beberapa dampak yang kurang baik, gerhana ini menjadi sebuah pengingat bagi manusia dan hewan bahwa ada kekuasaan yang sangat kuat di luar sana.

SHARE:
Sains 0 Replies to “Seputar Gerhana Bulan Mulai dari Pengertian hingga Tanda-tandanya”